Usianya tidak lagi muda, kalo saya tidak salah hitung sepertinya sudah menjelang 70 tahun, tapi bagi dirinya usia bukanlah menjadi alasan untuk menjadi 'tua', karena dia terlihat jauh lebih muda dari usianya, walaupun kerut-kerut halus sudah mulai menghiasi wajahnya, begitu juga dengan kulitnya yang sudah mulai keriput.
Saya tidak pernah mengenalnya sewaktu dia muda, saya hanya mengenalnya disaat dia sudah mulai tua. Namun, saya banyak mendengar tentang masa muda dia. Dia anak pertama dari 6 bersaudara, masa kecilnya tidaklah mudah, sebagai anak tertua, dia harus membantu orangtuanya untuk menghidupi adik-adiknya, maka dari itu sampai sekarang adik-adiknya sangat sayang dan menghargai dia. Dia menikah dengan seorang pria yang bukan dari keluarga berada dan memiliki 3 orang anak, saya rasa kehidupannya berubah sejak itu.
Di masa tuanya ini dia masih gigih bekerja bahkan dia masih mengendarai mobilnya sendiri, suaminya sudah pensiun sejak lama, awalnya saya tidak mengerti mengapa dia masih 'ngotot' untuk bekerja, ternyata setelah saya pahami, dia tidak mau menyusahkan anak-anaknya, jadi dia memilih bekerja untuk memenuhi kebutuhan dia dan suaminya, karirnya pun cukup sukses menurut saya.
Dia selalu mengerjakan semuanya sendiri, entah karena kebiasaan atau keharusan atau bahkan keterpaksaan, seperti memasak, mencuci mobil, mencuci baju, menyikat kamar mandi dan lain-lain meskipun ada pembantu. Malah kadang kalau menurut saya, dia terlalu 'menyiksa' dirinya sendiri dengan kadar perfeksionisnya yang tinggi sekali, bahkan sepertinya dia 'menempelkan' cap 'superwoman' di dirinya. Kalau saja 1 hari lebih dari 24 jam, saya rasa dia akan mengerjakan semuanya sendiri, karena selama saya mengenal dia, tidak ada hal yang tidak bisa dia kerjakan.
Saya mengakui ke-superwoman-an dia malah saya sempat bangga kepadanya, namun setelah saya mengenal dia lebih jauh dan dalam lagi, entah mengapa saya merasa kalau dia melakukan semuanya itu melibatkan unsur keterpaksaan karena dia ingin merasai dihargai, dipandang, didengar, dihormati lebih dari yang sudah dia dapatkan. Saya tidak tahu apa yang dia kejar di dalam hidupnya tapi sepertinya dia tidak puas dengan apa yang dia dapatkan karena dia akan terus mencari yang lebih, selain itu dia akan memandang rendah orang lain yang tidak bisa menyamai kualitas dirinya.
Kadang saya ingin sekali memberitahu kepadanya untuk berhenti menjadi superwoman, karena dengan apa adanya dia, dia telah menjadi superwoman bagi adik-adiknya, suaminya, anak-anaknya dan cucu-cucunya.....
Saya tidak pernah mengenalnya sewaktu dia muda, saya hanya mengenalnya disaat dia sudah mulai tua. Namun, saya banyak mendengar tentang masa muda dia. Dia anak pertama dari 6 bersaudara, masa kecilnya tidaklah mudah, sebagai anak tertua, dia harus membantu orangtuanya untuk menghidupi adik-adiknya, maka dari itu sampai sekarang adik-adiknya sangat sayang dan menghargai dia. Dia menikah dengan seorang pria yang bukan dari keluarga berada dan memiliki 3 orang anak, saya rasa kehidupannya berubah sejak itu.
Di masa tuanya ini dia masih gigih bekerja bahkan dia masih mengendarai mobilnya sendiri, suaminya sudah pensiun sejak lama, awalnya saya tidak mengerti mengapa dia masih 'ngotot' untuk bekerja, ternyata setelah saya pahami, dia tidak mau menyusahkan anak-anaknya, jadi dia memilih bekerja untuk memenuhi kebutuhan dia dan suaminya, karirnya pun cukup sukses menurut saya.
Dia selalu mengerjakan semuanya sendiri, entah karena kebiasaan atau keharusan atau bahkan keterpaksaan, seperti memasak, mencuci mobil, mencuci baju, menyikat kamar mandi dan lain-lain meskipun ada pembantu. Malah kadang kalau menurut saya, dia terlalu 'menyiksa' dirinya sendiri dengan kadar perfeksionisnya yang tinggi sekali, bahkan sepertinya dia 'menempelkan' cap 'superwoman' di dirinya. Kalau saja 1 hari lebih dari 24 jam, saya rasa dia akan mengerjakan semuanya sendiri, karena selama saya mengenal dia, tidak ada hal yang tidak bisa dia kerjakan.
Saya mengakui ke-superwoman-an dia malah saya sempat bangga kepadanya, namun setelah saya mengenal dia lebih jauh dan dalam lagi, entah mengapa saya merasa kalau dia melakukan semuanya itu melibatkan unsur keterpaksaan karena dia ingin merasai dihargai, dipandang, didengar, dihormati lebih dari yang sudah dia dapatkan. Saya tidak tahu apa yang dia kejar di dalam hidupnya tapi sepertinya dia tidak puas dengan apa yang dia dapatkan karena dia akan terus mencari yang lebih, selain itu dia akan memandang rendah orang lain yang tidak bisa menyamai kualitas dirinya.
Kadang saya ingin sekali memberitahu kepadanya untuk berhenti menjadi superwoman, karena dengan apa adanya dia, dia telah menjadi superwoman bagi adik-adiknya, suaminya, anak-anaknya dan cucu-cucunya.....
~ trying hard to understand her and sorry if I can't be that superwoman for you~






























